Pengaruh Kolesterol Terhadap Kehidupan Seksual



Kolesterol tinggi adalah sumber dari berbagai macam penyakit. Tak hanya penyakit pembuluh darah, kondisi kolesterol dalam tubuh juga mempengaruhi kehidupan seksual.


Seperti dilansir dari Discoveryhealth, Kamis (1/4/2010), ada lima alasan kolesterol dapat mempengaruhi kehidupan seks, yaitu:


1. Kolesterol membantu pembentukan hormon seks
Kolesterol telah mendapatkan stigma buruk, tapi kita tidak bisa hidup tanpa kolesterol pada tingkat tertentu, karena membantu dalam pengembangan tubuh. Kolesterol berperan dalam kehidupan seks, karena itu adalah bagian dari perkembangan hormon seks.


Pada perempuan, tingkat kolesterol membantu produksi estrogen dan progesteron. Dan pada laki-laki, kolesterol merangsang penciptaan testosteron. Tanpa hormon ini, tidak akan tumbuh sifat-sifat fisik tertentu yang berkaitan dengan gender, seperti payudara bagi perempuan atau rambut tubuh meningkat untuk laki-laki.


Hormon ini juga penting untuk reproduksi, jika seks untuk sarana memiliki anak Anda perlu banyak kolesterol. Kolesterol juga bertanggung jawab untuk membuat vitamin D dalam tubuh manusia, yang menghasilkan tulang dan gigi yang kuat.


2. Kolesterol tinggi menyebabkan disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi merupakan hal yang paling ditakuti laki-laki karena dapat mengganggu kehidupan seksualnya. Disfungsi ereksi memiliki berbagai penyebab, seperti stres, kelelahan, obat resep tertentu, masalah prostat dan tentu saja kadar kolesterol yang tinggi.


Terlalu banyak kolesterol mengacaukan arteri dan membatasi aliran darah. Pembatasan aliran darah adalah berita buruk bagi penis untuk melakukan ereksi, karena ereksi terjadi bergantung pada adanya darah yang mengalir ke penis.


3. Kolesterol tinggi menyebabkan perempuan sulit terangsang
Kolesterol tinggi tidak hanya dapat mempengaruhi ereksi pada laki-laki, tetapi juga mempengaruhi kemampuan perempuan untuk terangsang. Seperti halnya bagi laki-laki, kolesterol dapat terakumulasi dalam arteri dan menyulitkan darah untuk mencapai daerah pinggul dan menyebabkan perempuan sulit terangsang.


Menggunakan pelumas tidak sepenuhnya memecahkan masalah seksual pada perempuan. Beberapa arteri yang tersumbat menuju klitoris dan menyebabkan orgasme atau apapun dari sensasi menyenangkan hampir tidak mungkin terjadi.


4. Obat penurun kolesterol dapat mempengaruhi libido
Banyak resep obat yang memiliki efek samping menurunkan libido, salah satunya adalah statin atau obat yang menghambat produksi kolesterol.


Dalam studi 2009 yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat, para peneliti menemukan bahwa statin menyebabkan beberapa perubahan dalam kenikmatan seksual, seperti jumlah kolesterol yang turun, kualitas seks juga menurun. Efeknya cenderung lebih signifikan bagi laki-laki daripada perempuan.


Bagi kebanyakan orang obat statin adalah penyelamat. Namun, ada kemungkinan beralih ke jenis statin lain dapat mengembalikan kepuasan seksual. Karena tidak setiap obat statin berhubungan dengan seks.


5. Diet rendah kolesterol bisa dianggap diet seks
Lynn Fischer penulis "The Better Sex Diet" menyatakan bahwa vegetarian adalah cara untuk membuat darah mengalir maksimal ke alat kelamin.


Vegetarian cenderung memiliki kadar kolesterol lebih rendah daripada orang yang makan daging yang dapat meningkatkan kolesterol lemak jenuh. Dokter dan ahli terapi seks setuju bahwa diet yang sehat akan membantu menjaga kehidupan seks sehat pula.


Latihan juga penting untuk seks yang baik dan kolesterol baik. Bergerak 30 menit setiap hari akan dapat memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk bagian-bagian tubuh yang merupakan kunci untuk kenikmatan seksual

sumber : http://health.detik.com

Ternyata Merokok Dapat Melemahkan Ingatan

Orang-orang yang hanya merokok di akhir pekan bersama rekan-rekannya atau perokok sosial, mungkin berpikir bahwa kegiatan tersebut jauh lebih aman dibandingkan para perokok aktif yang tidak sosial. Tapi ilmuwan dari Inggris menemukan bahwa mereka yang merokok di akhir pekan mendapat dampak yang sama dengan perokok aktif pada ingatan mereka.
Sebuah tim dari Northumbria University memelajari tiga kelompok, yang terdiri dari perokok sosial, perokok aktif, dan yang tidak merokok.

Ketiga kelompok tersebut diminta untuk mengingat serangkaian tindakan yang akan dilakukan di tempat tertentu setelah menonton video sebuah jalan yang ramai.
Tes tersebut dilakukan untuk menilai memori perspektif atau kemampuan untuk melakukan tindakan yang telah direncanakan di masa depan oleh para peserta. Sebagai contoh, mereka akan diminta untuk mengirim pesan singkat kepada temannya saat melewati sebuah tanda atau bertukar barang belanjaan di sebuah toko.
Percobaan tersebut menemukan fakta bahwa kedua kelompok yang merokok, baik perokok sosial atau aktif punya ingatan lebih buruk dibanding mereka yang tidak merokok.
“Penelitian ini membuktikan bahwa hanya merokok di akhir pekan tidak membuat perbedaan, keduanya sama-sama merusak ingatan,” ujar pencetus penelitian, Dr Tom Heffernan.
Para peserta penelitian diminta untuk mengingat kembali beberapa kegiatan, seperti memainkan alat musik apa pada acara serikat siswa saat SMA dan hal-hal lain yang telah mereka lakukan.
Dalam tes tersebut, para perokok mendapat hasil buruk, mereka hanya mengingat 59 persen dari tugas-tugas mereka. Mereka yang sudah berhenti mengingat 74 persen kegiatan dan yang tidak pernah merokok berhasil mengingat 81 persen kegiatannya.
“Perokok bisa kehilangan sepertiga dari ingatan mereka sehari-hari, namun hal tersebut bisa kembali normal apabila mereka berhenti,” ujar Dr Heffernan.